Cara Mudah Budidaya Jahe Merah

bibit jahe merah

Menjelang bulan Ramadan, penjualan jamu dan obat-obatan herbal meningkat. Peningkatan permintaan ini juga ditambah oleh kondisi di mana pandemi virus corona mewabah di seluruh dunia.  

Kini, jamu yang banyak dicari adalah yang dapat meningkatkan sistem ini. Salah satunya, yaitu jahe merah. Kandungan dalam jahe merah dipercaya ampuh mengatasi beragam penyakit. Selain itu, tumbuhan berimpang ini juga dapat meningkatkan sistem imun dalam tubuh sehingga tak mudah terserang virus atau penyakit.

Permintaan jahe merah yang tinggi berdampak pula pada peningkatan penjualan bibit jahe merah. Bagi Anda yang ingin memulai agro bisnis, budidaya jahe merah atau bibit jahe merah  bisa jadi sangat menguntungkan. Potensi bisnis budidaya jahe merah sangat menjanjikan. Perawatannya pun tak terlalu susah. Hanya perlu ketelatenan dan keseriusan.

Dalam artikel ini, kita akan mengupas cara dan teknik budidaya jahe merah secara singkat dan padat. Berikut adalah tahap-tahapannya:

Menyiapkan bibit jahe

Hal yang pertama perlu dilakukan adalah menyiapkan bibit jahe merah. Bibit mempengaruhi hasil panen. Makin berkualitas bibit, maka hasil panen juga makin berkualitas. Begitupun sebaliknya. Ada dua cara yang bisa Anda tempuh untuk mendapatkan bibit. Pertama, dengan membuat bibit jahe merah sendiri. Dalam artikel berjudul “Tips dan Trik Membuat Bibit Jahe Merah Berkualitas” kami telah membahasnya lebih lengkap.

Cara yang kedua adalah dengan membelinya di pasar.  Kini, telah banyak pembudidaya bibit jahe merah yang unggul. Namun, Anda perlu memperhatikan, bibit mana yang berkualitas dan mana yang tidak. Trik dan tips memilih bibit telah kami ulas dalam artikel “Ciri Bibit Jahe Merah untuk Budidaya”.

Intinya, bibit yang dipakai untuk budidaya adalah bibit yang baik. Sebab, jika Anda menggunakan bibit yang jelek atau cacat, maka budidaya jahe yang Anda lakukan bisa saja gagal atau tak berbuah banyak.

Penanaman Jahe Merah

Setelah mendapatkan bibit jahe merah berkualitas, kita bisa langsung memulai proses penanaman jahe merah. Pindahkan tanaman dari media pembibitan ke media pembesaran. Jika bibit yang Anda gunakan sudah tumbuh tunas, sebisa mungkin harus cepat dipindahkan ke media pembesaran. Sebab, apabila bibit jahe merah yang sudah bertunas telat dipindahkan, tanaman bisa tumbuh abnormal.

Waktu yang ideal untuk menanam jahe merah adalah di awal musim penghujan. Sebab, tanaman jahe merah muda butuh curah hujan yang cukup tinggi. Namun, untuk Anda yang tak tinggal di wilayah bercurah hujan tinggi, Anda harus pandai membikin curah hujan buatan. Hal ini dikarenakan jahe merah mudah butuh air untuk pertumbuhannya.

Sebisa mungkin hindari penanaman jahe merah di siang hari yang terik. Untuk memindah bibit ke media pembesaran sangat baik dilakukan pada pagi atau sore hari.

Saat jahe merah masuk umur 5 – 7 bulan, ia tak lagi butuh curah hujan yang terlalu banyak. Asupan air pada jahe perlahan dikurangi. Pada masa 5 – 7 bulan usia jahe, tanaman jahe merah butuh lebih banyak sinar matahari.

Proses penanaman jahe merah tak sulit. Caranya pun tak beda jauh dengan penanaman jahe lainnya. Anda bisa membuat lubang pada lahan dengan kedalaman kurang lebih 10 cm. Jangan terlalu dalam dan jangan terlalu dangkal. Taruh rimpang jahe dengan tunas menghadap atas. Setelah itu, kubur menggunakan tanah yang gembur agar mempermudah pertumbuhan jahe. Dan jangan lupa, pada bagian atas, beri jerami atau sekam tipis-tipis untuk menahan air dan menjaga kelembaban tanah.

Pemeliharaan Jahe Merah

Pemeliharan tanaman jahe merah itu gampang-gampang susah. Pada proses ini dibutuhkan ketelatenan seorang petani. Ada beberapa proses dalam pemeliharaan yang harus Anda ketahui. Di antaranya, yaitu:

  1. Penambahan tanah

Penambahan tanah dilakukan ketika anakan mulai tumbuh. Penambahan tanah ini dilakukan di atas media penanaman jahe. Hal ini bertujuan agar anakan bisa tertutup rapat bagian rimpangnya oleh tanah. Penambahan tanah bisa dilakukan 3 – 4 kali dalam semusim (satu kali proses penanaman).

  • Pemupukan

Setiap tanaman budidaya membutuhkan pupuk. Ada banyak tahap pemupukan pada tanaman jahe merah. Kita akan membahas proses pemupukan secara lengkap pada artikel setelah ini. Intinya, pemupukan bertujuan untuk mengoptimalkan pertumbuhan tanaman jahe agar dapat maksimal berproduksi. Pupuk ini menambah nutrisi pada tanah yang dibutuhkan oleh tanaman jahe.

Penanganan Hama dan Penyakit pada Jahe Merah

Seringkali petani gagal panen karena tanaman diserang hama atau penyakit. Dibutuhkan ketelatenan untuk mengatasi hama dan penyakit yang menyerang pada jahe. Tak perlu khawatir, tiap hama dan penyakit punya solusinya masing-masing. Petani bisa melakukan upaya preventif atau pencegahan untuk menghindari rugi karena hama dan penyakit. Dalam artikel berjudul “Solusi Penyakit Tanaman Jahe Merah” dan “Hama Mengancam Tanaman Jahe Merah” kita telah membahas terkait penyelesaian hama dan penyakit pada tanaman jahe.

Panen Jahe Merah

Ada tiga waktu panen jahe merah, yaitu: panen pada usia muda, sedang, dan tua. Panen jahe usia muda dilakukan ketika jahe berumur 4 -5 bulan. Pada panen usia sedang, dilakukan pemanenan ketika jahe berumur 9 – 11 bulan. Sedangkan panen pada usia tua dilakukan ketika jahe berumur 12 bulan.

Begitulah cara budidaya jahe merah. Tak terlalu susah dan tak terlampau mudah. Hanya perlu ketelatenan dan keseriusan. Jika Anda tertarik untuk memulai budidaya jahe merah, Vista Agro siap membantu menyediakan bibit jahe merah unggulan yang terpercaya.  Jika Anda berlokasi di sekitar Jogja, Anda bisa dapat langsung ke tempat kami di Dusun Rejek Lor, RT 02/ RW 24, Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman. Kami juga bisa dihubungi di nomor WhatsApp (WA): 082136461851

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *