Cara Tepat Menyiapkan Lahan untuk Budidaya Jahe Merah

bibit jahe merah

Selain bibit jahe merah unggul, untuk memperoleh hasil panen yang maksimal diperlukan penyiapan lahan pembesaran yang tepat dan baik. Hal ini dilakukan supaya rimpang berkembang secara maksimal. Ada dua tipe lahan yang digunakan, yaitu: pertama, menggunakan media polybag (dan sejenisnya), kedua memanfaatkan lahan persawahan.

Ada kekurangan dan kelebihan pada masing-masing metode itu.  Jika Anda mau menanamnya di kebun, Anda harus dapat memastikan bahwa tanah yang hendak digunakan benar-benar subur. Apabila tanaman jahe ditanam di tanah yang subur, maka jahe merah bisa berkembang dengan sangat baik. Ini sangat berpengaruh pada hasil panen nanti. Makin subur tanah, maka makin terpenuhi pula nutrisi jahe sehingga baik untuk pertumbuhan rimpang jahe. Akar jahe yang tumbuh baik bisa berpengaruh juga pada pertumbuhan rimpang jahe.

Sebelum memulai proses pembesaran tanaman jahe, Anda bisa memulainya dengan menyiapkan lahan yang steril dari gulma. Selain itu, Anda juga harus membersihkan lahan dari tunggul-tunggul kayu atau sisa sampah dari tanaman yang ada sebelumnya. Hal ini berfungsi agar tanaman jahe merah tak terhambat pertumbuhannya.

Menyiapkan lahan untuk pembesaran jahe merah

  • Hal pertama yang bisa Anda lakukan adalah dengan membuat tanah yang akan digunakan sebagai media pembesaran gembur. Anda bisa mengusahakannya dengan mencnangkul tanah agar tidak keras. Lalu, diamkan beberapa hari untuk diangin-anginkan. Step mengangin-anginkan tanah berfungsi untuk mengeluarkan gas yang ada dalam tanah. Setelah itu, campurkan pupuk kompos ke dalam tanah yang akan digunakan sebagai lahan pembesaran jahe merah.
  • Membuat bedengan. Bedengan adalah tanah gembur yang ditinggikan. Ini bertujuan agar tanaman tak tergenang air saat musim hujan tiba. Dengan sistem bedengan, setiap 1 – 2 meter lahan yang ditanami jahe harus memiliki saluran air. Tanah ditinggikan sekitar 35 cm atau lebih. Dengan begini, Anda bisa membentuk parit kecil yang bisa digunakan sebagai jalan untuk air.

Lebar parit bisa disesuaikan. Anda bisa membuat parit selebar 100 cm. Untuk lebar bedengan bisa bervariasi. Namun, jangan terlalu lebar. Anda bisa membuat ukuran bedengan kira-kira 0,5 – 2,5 meter (yang itu bisa digunakan untuk 4 – 5 baris tanaman. Umumnya, bedengan dibikin dengan bentuk persegi panjang.

Selain dengan teknik bedengan, ada juga sistem guludan. Cara guludan cocok digunakan pada lahan yang memiliki drainase yang tak bagus. Tak jauh beda dengan bedengan. Hanya saja, dalam sistem guludan dibuat seperti gunung. Ini bertujuan agar rimpang tak membusuk saat air menggunang.

Setelah semua siap, kini saatnya mempersiapkan lubang yang akan dugunakan untuk memasukkan bibit jahe merah. Masukkan potongan jerami ke dalam lubang yang akan digunakan untuk memasukkan bibit jahe merah. Gunakan jerami tipis-tipis saja. Penggunaan jerami ini bertujuan untuk menjaga kelembaban tanah. Di samping itu, jerami adalah sumber organik yang disukai tanaman jahe. Dengan begitu, rimpang diharapkan bisa tumbuh dan berkembang dengan baik.

bibit jahe merah
bibit jahe merah

Menanam jahe merah menggunakan media polybag

Sistem pembesaran selanjutnya adalah menggunakan media polybag. Tentu, media ini lebih mahal jika dibanding dengan sistem yang menggunakan lahan luas untuk menanam jahe. Namun, bagi pembudidaya yang tak memiliki banyak lahan kosong, media polybag adalah langkah untuk budidaya jahe merah dengan biaya yang murah.

Bercocok tanah jahe merah sebenarnya lebih efisien. Sebab, penanaman di polybag dipercaya dapat menghasilkan rimpang jahe yang lebih banyak dari pada jahe yang ditanam di lahan pertanian. Pasalnya, menurut pengakuan petani jahe, tanaman jahe yang hidup di dalam polybag tak berebut unsur hara dengan tanaman lainnya. Jadi, pasokan nutrisi yang dibutuhkan oleh jahe sangatlah melimpah.

Untuk perawatan pada lahan pembesaran melalui media polybag tak jauh berbeda. Jenis tanah yang digunakan pun harus subur. Tanah dapat Anda campur dengan kompos. Perbandingannya adalah 2:1. Sebaliknya, tanah yang hendak digunakan untuk pembesaran di polybag sebaiknya disterilkan terlebih dahulu. Anda bisa mensterilkannya dengan formalin atau zat pensteril lainnya.

Setelah semua itu beres, masukkanlah dalam polybag yang punya ukuran cukup besar. Hal ini agar rimpang dapat tumbuh dengan lebih leluasa. Letakkan polybag pada lahan yang tak terlalu banyak terkena cahaya matahari. Pada usia 0 – 4 bulan, tanaman jahe merah perlu dapat curah hujan yang tinggi. Sedangkan cahaya matahari hanya butuh sedikit.

Namun, ketika usia jahe udah masuk 5 bulan, curah hujan yang diperlukan oleh tanaman jahe sebaiknya berangsur-angsur dikurangi. Sebab, pada masa itu, jahe merah sedang memfokuskan diri untuk mengembangkan rimpang. Pada fase ini, jahe merah butuh banyak pasokan cahaya matahari. Pada tahap 5 bulan, yang terpenting bagi jahe merah adalah lingkungan yang lembab dan cahaya matahari yang cukup.

Sebetulnya, tak sulit untuk merawat jahe merah. Kini, Anda tak perlu membudidayakan jahe merah sejak dari bibit. Pasalnya, di pasaran banyak yang telah menyediakan bibit jahe merah yang unggul dan berkualitas. Anda hanya perlu melakukan pembesaran rimpang. Terkait hal itu, cara-caranya pun tak terlalu sulit. Yang dibutuhkan hanyalah keseriusan dan ketelatenan.

Jika Anda tertarik untuk memulai budidaya jahe merah, Vista Agro siap membantu menyediakan bibit jahe merah unggulan yang terpercaya.  Jika Anda berlokasi di sekitar Jogja, Anda bisa dapat langsung ke tempat kami di Dusun Rejek Lor, RT 02/ RW 24, Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman. Kami juga bisa dihubungi di nomor WhatsApp (WA): 082136461851

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *