Menjelang bulan Ramadan, penjualan jamu dan obat-obatan herbal meningkat. Peningkatan permintaan ini juga ditambah oleh kondisi di mana pandemi virus corona mewabah di seluruh dunia.  

Kini, jamu yang banyak dicari adalah yang dapat meningkatkan sistem ini. Salah satunya, yaitu jahe merah. Kandungan dalam jahe merah dipercaya ampuh mengatasi beragam penyakit. Selain itu, tumbuhan berimpang ini juga dapat meningkatkan sistem imun dalam tubuh sehingga tak mudah terserang virus atau penyakit.

Permintaan jahe merah yang tinggi berdampak pula pada peningkatan penjualan bibit jahe merah. Bagi Anda yang ingin memulai agro bisnis, budidaya jahe merah atau bibit jahe merah  bisa jadi sangat menguntungkan. Potensi bisnis budidaya jahe merah sangat menjanjikan. Perawatannya pun tak terlalu susah. Hanya perlu ketelatenan dan keseriusan.

Dalam artikel ini, kita akan mengupas cara dan teknik budidaya jahe merah secara singkat dan padat. Berikut adalah tahap-tahapannya:

Menyiapkan bibit jahe

Hal yang pertama perlu dilakukan adalah menyiapkan bibit jahe merah. Bibit mempengaruhi hasil panen. Makin berkualitas bibit, maka hasil panen juga makin berkualitas. Begitupun sebaliknya. Ada dua cara yang bisa Anda tempuh untuk mendapatkan bibit. Pertama, dengan membuat bibit jahe merah sendiri. Dalam artikel berjudul “Tips dan Trik Membuat Bibit Jahe Merah Berkualitas” kami telah membahasnya lebih lengkap.

Cara yang kedua adalah dengan membelinya di pasar.  Kini, telah banyak pembudidaya bibit jahe merah yang unggul. Namun, Anda perlu memperhatikan, bibit mana yang berkualitas dan mana yang tidak. Trik dan tips memilih bibit telah kami ulas dalam artikel “Ciri Bibit Jahe Merah untuk Budidaya”.

Intinya, bibit yang dipakai untuk budidaya adalah bibit yang baik. Sebab, jika Anda menggunakan bibit yang jelek atau cacat, maka budidaya jahe yang Anda lakukan bisa saja gagal atau tak berbuah banyak.

Penanaman Jahe Merah

Setelah mendapatkan bibit jahe merah berkualitas, kita bisa langsung memulai proses penanaman jahe merah. Pindahkan tanaman dari media pembibitan ke media pembesaran. Jika bibit yang Anda gunakan sudah tumbuh tunas, sebisa mungkin harus cepat dipindahkan ke media pembesaran. Sebab, apabila bibit jahe merah yang sudah bertunas telat dipindahkan, tanaman bisa tumbuh abnormal.

Waktu yang ideal untuk menanam jahe merah adalah di awal musim penghujan. Sebab, tanaman jahe merah muda butuh curah hujan yang cukup tinggi. Namun, untuk Anda yang tak tinggal di wilayah bercurah hujan tinggi, Anda harus pandai membikin curah hujan buatan. Hal ini dikarenakan jahe merah mudah butuh air untuk pertumbuhannya.

Sebisa mungkin hindari penanaman jahe merah di siang hari yang terik. Untuk memindah bibit ke media pembesaran sangat baik dilakukan pada pagi atau sore hari.

Saat jahe merah masuk umur 5 – 7 bulan, ia tak lagi butuh curah hujan yang terlalu banyak. Asupan air pada jahe perlahan dikurangi. Pada masa 5 – 7 bulan usia jahe, tanaman jahe merah butuh lebih banyak sinar matahari.

Proses penanaman jahe merah tak sulit. Caranya pun tak beda jauh dengan penanaman jahe lainnya. Anda bisa membuat lubang pada lahan dengan kedalaman kurang lebih 10 cm. Jangan terlalu dalam dan jangan terlalu dangkal. Taruh rimpang jahe dengan tunas menghadap atas. Setelah itu, kubur menggunakan tanah yang gembur agar mempermudah pertumbuhan jahe. Dan jangan lupa, pada bagian atas, beri jerami atau sekam tipis-tipis untuk menahan air dan menjaga kelembaban tanah.

Pemeliharaan Jahe Merah

Pemeliharan tanaman jahe merah itu gampang-gampang susah. Pada proses ini dibutuhkan ketelatenan seorang petani. Ada beberapa proses dalam pemeliharaan yang harus Anda ketahui. Di antaranya, yaitu:

  1. Penambahan tanah

Penambahan tanah dilakukan ketika anakan mulai tumbuh. Penambahan tanah ini dilakukan di atas media penanaman jahe. Hal ini bertujuan agar anakan bisa tertutup rapat bagian rimpangnya oleh tanah. Penambahan tanah bisa dilakukan 3 – 4 kali dalam semusim (satu kali proses penanaman).

  • Pemupukan

Setiap tanaman budidaya membutuhkan pupuk. Ada banyak tahap pemupukan pada tanaman jahe merah. Kita akan membahas proses pemupukan secara lengkap pada artikel setelah ini. Intinya, pemupukan bertujuan untuk mengoptimalkan pertumbuhan tanaman jahe agar dapat maksimal berproduksi. Pupuk ini menambah nutrisi pada tanah yang dibutuhkan oleh tanaman jahe.

Penanganan Hama dan Penyakit pada Jahe Merah

Seringkali petani gagal panen karena tanaman diserang hama atau penyakit. Dibutuhkan ketelatenan untuk mengatasi hama dan penyakit yang menyerang pada jahe. Tak perlu khawatir, tiap hama dan penyakit punya solusinya masing-masing. Petani bisa melakukan upaya preventif atau pencegahan untuk menghindari rugi karena hama dan penyakit. Dalam artikel berjudul “Solusi Penyakit Tanaman Jahe Merah” dan “Hama Mengancam Tanaman Jahe Merah” kita telah membahas terkait penyelesaian hama dan penyakit pada tanaman jahe.

Panen Jahe Merah

Ada tiga waktu panen jahe merah, yaitu: panen pada usia muda, sedang, dan tua. Panen jahe usia muda dilakukan ketika jahe berumur 4 -5 bulan. Pada panen usia sedang, dilakukan pemanenan ketika jahe berumur 9 – 11 bulan. Sedangkan panen pada usia tua dilakukan ketika jahe berumur 12 bulan.

Begitulah cara budidaya jahe merah. Tak terlalu susah dan tak terlampau mudah. Hanya perlu ketelatenan dan keseriusan. Jika Anda tertarik untuk memulai budidaya jahe merah, Vista Agro siap membantu menyediakan bibit jahe merah unggulan yang terpercaya.  Jika Anda berlokasi di sekitar Jogja, Anda bisa dapat langsung ke tempat kami di Dusun Rejek Lor, RT 02/ RW 24, Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman. Kami juga bisa dihubungi di nomor WhatsApp (WA): 082136461851

Belakangan ini, bibit jahe merah menjadi komoditas yang banyak di cari di pasar. Banyak orang yang mulai tertarik untuk membudidayakan tanaman satu ini. Sebab, selain khasiat yang dikandung jahe merah sangat banyak, kini permintaan jahe merah di pasar meningkat.

Di tengah pandemi virus Corona (COVID-19) yang belum ditemukan obatnya, jahe merah mendadak menjadi primadona. Jahe merah dipercaya dapat meningkatkan kekebalan tubuh seseorang sehingga tak mudah terserang penyakit dan virus. Sistem imun dalam tubuh bisa ditingkatkan oleh minyak atsiri yang terkandung pada jahe merah.

Langkah pertama untuk menjadi pembudidaya jahe adalah harus terlebih dahulu memiliki bibit jahe merah. Bibit jahe bisa diperoleh melalui dua: cara yang pertama adalah dengan membudidayakan bibit jahe merah sendiri. Sedangkan cara yang kedua adalah dengan membeli bibit jahe merah di pasar. Hal yang harus diperhatikan, yaitu bibit jahe adalah yang berkualitas tinggi. Sebab, kualitas bibit jahe mempengaruhi hasil panen.

Membuat Bibit

Membuat bibit jahe merah sesungguhnya tak terlalu sulit. Hanya butuh keuletan dan ketelatenan. Jika Anda sudah tahu mana bibit yang baik dan mana yang buruk, membuat bibit akan lebih mudah. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membuat bibit jahe merah yang bagus. Pertama, anda harus bisa memilih rimpang mana yang baik untuk dijadikan bibit. Kemudian, Anda harus menyiapkan lahan subur sebagai media pembibitan.

Rimpang tua adalah rimpang terbaik untuk dijadikan bibit. Dalam satu tanaman jahe, rimpang memiliki umur yang berbeda-beda. Anda bisa memilih rimpang primer atau rimpang paling tua. Selain lebih kuat, rimpang yang sudah tua lebih cepat tumbuh tunas. Ada beberapa cara untuk melakukan budidaya bibit jahe merah sebelum disemai:

Untuk membuat bibit jahe, Anda bisa memotong rimpang atau membiarkannya utuh. Tiap cara memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Jika Anda memotong rimpang, calon bibit akan lebih berisiko terserang penyakit atau bakteri. Sebaliknya, bibit yang dibiarkan utuh lebih kuat dari serangan hama. Namun, bibit yang dibiarkan utuh ini memakan tempat yang lebih besar dan lahan yang lebih banyak. Ini disebabkan karena rimpang yang utuh memiliki ukurang yang lebih besar.

Sebelum disemai, bibit jahe harus disterilkan lebih dahulu. Ini dilakukan agar bakteri yang ada di luar bibit jahe merah bisa mati. Jadi, calon bibit yang akan dipakai ini adalah bibit jahe merah yang sehat dan bersih. Anda bisa menyeterilkan bibit jahe merah dengan menggunakan abu sekam atau abu bakar dengan bakterisida (agrymicin). Anda dapat membeli obat khusus yang biasa dipakai oleh petani untuk membersihkan rimpang. Terdapat dua cara mensterilkan bibit, yaitu cara basah dan cara kering.

Cara basah dilakukan dengan tahap memasukkan bakal bibit ke dalam drum atau ember yang sudah dicampur dengan air dan larutan bakterisida. Perbandingannya adalah, setiap 1 liter air dicampur dengan 0,6 gram bakterisida. Setelah itu, tiriskan. Lalu, setelah semuanya tiris, Anda bisa menaburkan abu sekam. Untuk bibit yang dibiarkan utuh atau tidak dipotong, Anda hanya perlu merendam dalam air yang sudah dicampur dengan bakterisida selama 30 menit.

Cara kering tak jauh beda dengan cara basah. Dalam sterilisasi cara kering, Anda tak perlu mencampur bakterisida dengan air. Jadi, Anda bisa langsung mencampur bakterisida dengan abu sekam, memasukkannya ke wadah, lalu mencampurkan calon bibit ke dalamnya. Dalam cara kering, Anda harus bisa memastikan, campuran tersebit bisa meresap ke dalam daging jahe merah.

bibit jahe merah
bibit jahe merah

Menyiapkan Lahan yang Baik untuk Calon Bibit

Ada dua cara yang bisa dipakai untuk membuat lahan bagi calon bibit jahe merah. Cara pertama adalah dengan sistem bedengan. Cara yang kedua adalah dengan cara kotak.

  1. Sistem Bedengan

Pada sistem ini, Anda hanya perlu menyemai bibit jahe merah langsung pada tanah gembur. Cara ini dianggap lebih murah kerah tak memerlukan media khusus untuk penanaman. Hanya saja, pembudidaya harus jeli dan pintar mencari lahan yang subur untuk merawat bibit jahe merah. Anda juga harus memiliki lahan yang luas. Sebab, pada sistem bedengan luas lahan juga diperlukan.  

  • Sistem Kotak

Cara membuat lahan bibit bisa menggunakan media kotak atau rak. Cara ini sangat cocok bagi pembudidaya yang tak memiliki banyak lahan. Kelemahannya, harga produksinya tergolong lebih mahal dari cara bedengan. Namun, dengan cara ini kita bisa mengontrol bibit dengan baik. Pasalnya, rak atau kotak bisa diletakkan di tempat lembab dan terlindung dari cahaya. Jadi, kita bisa menggunakan penutup yang gampang dibuka untuk mengontrol apabila ada rimpang yang mulai busuk.

Membeli Bibit Jahe Merah di Pasar

Cara tersebut memang membutuhkan banyak waktu dan tenaga. Namun, jangan khawatir, bagi Anda yang ingin membudidayakan jahe merah, tetapi tak ingin repot membikin bibit, Anda bisa mencari bibit jahe merah berkualitas di pasaran. Jangan sampai tertipu. Sebab, nantinya, bibit akan sangat berpengaruh pada hasil panen.

Jika Anda mencari bibit jahe merah berkualitas, Vista Agro siap membantu menyediakan bibit jahe merah unggulan yang terpercaya. Bibit jahe merah unggul berpengaruh pada hasil panen yang lebih maksimal. Jika Anda berlokasi di sekitar Jogja, Anda bisa dapat langsung ke tempat kami di Dusun Rejek Lor, RT 02/ RW 24, Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman. Kami juga bisa dihubungi di nomor WhatsApp (WA): 082136461851

Bibit jahe merah tak hanya terancam oleh hama ulat, lalat, atau pun kepik. Keberlangsungan tanaman jahe merah juga bisa mati karena terserang penyakit. Penyakit pada tanaman berdampak besar pada pertumbuhan suatu tanaman. Jika tanaman jahe merah dibiarkan penyakitan, maka bisa saja tanaman itu mati atau tingkat produksinya rendah. Seringkali, penyakit tersebut disebabkan oleh bakteri atau pembusukan.   

Beberapa penyakit di bawah ini merupakan yang paling sering ditemui pada tanaman jahe merah.

bibit jahe merah

Pembusukan pada Rimpang

Rimpang adalah inti dari jahe merah. Jika rimpang yang kita panen mengalami pembusukan, maka tak bisa dipungkiri lagi bahwa kerugian akan segera menimpa kita sebagai pembudidaya. Banyak petani jahe yang kapok karena ini. Bahkan pembusukan rimpang yang parah bisa membuat petani gulung tikar.

Namun, jangan dulu takut. Untuk menjadi pembudidaya yang baik dan sukses memang sudah selayaknya kita mengetahui secara detil tanaman yang dibudidaya. Lalu, sebenarnya apa yang membikin rimpang jahe membusuk?

Pembusukan pada rimpang jahe merah disebaban oleh serangan cendawaln patogen. Untuk jenis cendawan yang sering menyerang jahe merah, yaitu Fusarium oxysporium dan Rhizoctonia sp.

Cendawan jenis ini menyerang rimpang yang sudah terluka atau tergores. Rimpang yang terluka oleh larva atau lalat lebih berisiko terserang cendawan satu ini. Saat rimpang terbuka, cendawan ini akan langsung masuk menyerang tanaman.

Rimpang yang terserang cendawan ini biasanya berfisik mengkerut. Tampilan rimpang yang terserang cendawan sangat berbeda dengan rimpang yang sehat. Bila dipotong, bagian dalamnya tak memiliki lendir dan akan memiliki warna gelap. Warna gelap tersebut menandakan bahwa mulai terjadi pembusukan pada rimpang jahe. Jika sudah membusuk, jahe tak bisa lagi dijual atau pun dijadikan bibit.

Tanah dengan kandungan air sekitar 30% adalah tempat hidup cendawan. Cendawan ini mampu hidup di dalam lingkungan yang memiliki suhi 20 – 25 derajat celcius. Maka, ketika jahe sudah mulai tua, media pembesaran jangan sampai menjadi tempat menggenangnya air.

Cindawan dan lalat rimpang ini bekerja sama dalam merusak rimpang jahe. Jahe sudah dianggap rusak apabila rimpang sudah membusuk. Tak ada yang bisa diharapkan dari rimpang yang telah menghitam karena cendawan. Jadi, mencegah kerusakan tanaman jahe merah dari serangan hama dan penyakit adalah langkah yang terbaik.  

Salah satu cara melakukan pencegahan adalah dengan memastikan bahwa cendawan tak hidup dalam bibit jahe merah yang kita semai. Dengan merendamkan bibit jahe merah ke dalam fungisida adalah salah satu cara memastikan bibit yang hendak disemai aman daro cendawan patogen.

Rimpang yang Berbintik

Nematoda jenis Meloidogyne atau R. Similis membikin rimpang jahe merah mengalami benjolan abnormal. Nematoda menjadikan rimpang sebagai tempat hidupnya. Dalam satu kloni, jumlah nematoda ini bisa mencapai ribuan.

Nematoda ini sangat mengancam hidup tanaman jahe merah. Pasalnya, apabila sudah terserang, maka jahe merah akan mengalami kerusakan secara menyeluruh. Akar tanaman yang berfungsi menjadi pencari nutrisi pun rusak karena nematoda satu ini. Alhasil, rimpang pada jahe pun bisa ikut membusuk atau mengalami luka berlubang-lubang.

Nematoda ini bisa dicegah dengan melakukan penyeterilan bibit. Anda bisa melakukan perendaman bibit jahe merah di air hangat dengan suhu 50 derajat celcius selama lima belas menit sebelum melakukan penyemaian. Selain itu, Anda perlu menaburkan pestisida ketak proses perisapan lahan Anda bisa menggunakan pestisida dengan jenis furadan. Dosis yang digunakan sebanyak 41 kg per hektar.

Bintik pada Daun

Bintik-bintik kuning pada daun termasuk penyakit yang bisa menyerang tanaman jahe merah. Bintik ini bisa muncul karena kondisi lingkungan yang kurang pancaran sinar matahari. Tanaman jahe merah yang berusia lebih dari lima bulan butuh lebih banyak sinar matahari. Apabila kekurangan sinar matahari, kondisi tanaman akan jadi sedikit lembab. Saat tanaman di lingkungan yang lembab, maka parasit akan lebih mudah menyerang. Parasit jenis Phillosticta zingiberi adalah jenis yang menyerang jahe merah dan membuat bintik-bintik pada daun.

Bisa dibilang, bintik yang muncul pada daun tanaman jahe merah ini cukup berbahaya. Jika daun telah terserang keseluruhan, bisa dikatakan bahwa dau telah rampuh. Hal ini berakibat pada kerentanan tanamanan. Bibit jahe merah bisa mati. Produksi rimpang pun jadi menurun.

Untuk mengatasi itu, Anda bisa membuat drainase yang baik. Anda perlu mengatur jarak tanam yang ideal. Drainase harus bisa digunakan untuk mengalirkan air yang dipasok untuk kebutuhan unsur hara tanaman. Unsur hara membuat tanah menjadi subur. Tanah yang subur merupakan salah satu pokok berkembang baiknya tanaman. Selain itu, Anda juga perlu mengatur jarak antar tanaman jahe merah. Anda tak boleh membikin jarak yang terlalu rapat atau terlalu sempit.

Selain upaya pencegahan itu, parasit bernama Phyllosticta zingiberi sebetulnya bisa diatasi dengan fungisida. Anda dapat menggunakan fungisida dengan jenis Bavistin, Delsene MX-200, dan Dithane M-45. Penggunaan disesuaikan dengan dosis pemakaian.

Bibit Jahe Merah

Bibit yang jelek juga rawan terserang penyakit. Anda bisa membikin bibit sendiri di rumah. Namun, jika Anda tak mau terlalu repot, Anda bisa memesannya di pembudidaya bibit jahe merah yang terpercaya. Apabila Anda tertarik untuk memulai budidaya jahe merah, Vista Agro siap membantu menyediakan bibit jahe merah unggulan yang terpercaya.  Jika Anda berlokasi di sekitar Jogja, Anda bisa dapat langsung ke tempat kami di Dusun Rejek Lor, RT 02/ RW 24, Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman. Kami juga bisa dihubungi di nomor WhatsApp (WA): 082136461851

Hama seringkali jadi biang keladi kerusakan pada tanaman, terutama bibit jahe merah. Tanaman yang terserang hama biasanya tak akan tumbuh dengan optimal atau bahkan mati. Ancaman hama ini perlu diperhatikan. Pasalnya, apabila petani lali akan hal itu, produktivitas pertanian bisa terancam. Tak jarang, hama bahkan seringkali menimbulkan kerugian yang besar. Hama adalah ancaman bagi semua tumbuhan. Tak terkecuali pada tanaman jahe merah.

Seperti tanaman lainnya, bibit jahe merah juga bisa terserang hama. Hama pada jahe bahkan tak hanya menyerang kesehatan tanaman bagian atas. Namun, bisa juga menyerang hingga rimpangnya. Hama bisa membikin tanaman jahe tumbuh lambat, merusak daun, atau bahkan membuat rimpang busuk dan akhirnya menghancurkan produktivitas tanaman.

Hama Jahe Merah

Hama termasuk ancaman paling signifikan bagi keberlangsungan hidup tumbuhan. Untuk mengatasi hama, petani bisa mengusahakannya. Hama bisa diatasi dengan cara membunuhnya. Biasanya, pemerantasan hama itu dilakukan dengan memanfaatkan cairan kimia.

Seringkali beberapa orang lupa bahwa memberantas hama haruslah dilakukan secara menyeluruh. Sebab, apabila pembasmian hama hanya dilakukan serampangan dan hanya setengah-setengah, maka hama bisa kembali menyerang tanaman. Tanpa pembasmian yang menyeluruh, hama masih bisa berkembang biak. Jadi, pemilihan cara mana yang tepat untuk membasmi hama sangatlah penting.

Petani harus tepat dalam memilih obat apa yang cocok untuk membunuh hama. Jangan sampai terjadi kesalahan. Jangan sampai obat tersebut malah merusak tanaman atau merusak kesuburan lahan.

Beberapa hama yang seringkali menyerang tanaman jahe merah dan bibit jahe merah itu seperti kepik, ulat, lalat rimpang, dan lalat gudang.

  1. Kepik

Kepik adalah serangga yang sering hidup di area persawahan. Kepik menjadi hama karena menyerang tanaman, terutama pada bagian daunnya. Hama ini sangat kecil. Kepik memiliki panjang sekitar 5 – 8,5 cm. Warna kepik pun beragam. Ada yang berwarna kemerahan, kuning, bahkan coklat.

Biasanya, daun tanaman jahe merah digunakan oleh kepik untuk bertelur. Sedangkan seekor kepik betina bisa menghasilkan 300 butir terlur. Jumlah yang banyak untuk bisa merusak tanaman jahe. Apalagi, telur-telur tersebut tidak saja diletakkan pada satu daun. Namun, juga disebar di beberapa daun yang ada di sekitar.  

Induk hama kepik memisah telur-telur itu dengan tujuan agar larva kepik tak berebut makanan ketika larva sudah menetas. Setelah menetas, larva-lava ini akan menjadikan daun jahe merah sebagai makanan mereka. Petani bisa dengan mudah menandai kepik mana yang sudah menetas. Caranya adalah dengan melihat daun-daun tanaman jahe sudah berlubang atau belum.

Untuk mengatasi hama kepik, petani bisa memanfaatkan insektisida. Cairan tersebut bisa disemprotkan ke bagian daun tanaman untuk membunuh hama. Menurut buku Untung Besar Budidaya Jahe Merah,jenis insektisida yang digunakan adalah dimecron 50 SCW atau Thiodan 36 EC.

  • Lalat

Selain kepik, lalat juga ancaman bagi jahe merah. Serangga adalah hama yang bisa langsung menyerang pada rimpang jahe. Lalat gemar memangsa rimpang jahe merah. Jadi, jika rimpang telah terluka karena digerogoti lalat, maka ini sangat berbahaya. Pasalnya, rimpang bisa membusuk karena ada bakteri yang masuk.

Ada dua jenis lalat yang mengancam jahe merah. Pertama, lalat gudang dan lalat rimpang. Untuk lalat rimpang, jenisnya dibagi menjadi dua, yaitu lalat rimpang Eumerus Figurans Walker dan Memegrala coeruleifrons.

Lalat rimpang jenis Eumerus Figurans Walker berwarna hitam dengan garis puth melintang di sekitar abdomennya. Untuk mengatasi lalat rimpang jenis ini, petani bisa menggunakan sistem tumpang sari. Sistem tersebut akan membuat lalat bingung mencari inangnya. Namun, jika lalat sudah terlanjur banyak, petani bisa memanfaatkan cairan kimi. Insektisida Decis 2,5 EC ampuh untuk membasmi lalat jenis ini.

Namun, lalat Memegrala coeruleifrons juga sangatlah berbahaya. Lalat ini tak hanya merusak rimpang, tapi juga bagian tanaman. Jenis lalat ini lebih ramping dan bersayap belang warna hitam. Lalat jenis ini bisa membuat tanaman jahe merah seperti terkena bakteri layu.   

Untuk mengatasi lalat jenis ini tak terlalu berbeda dengan lalat sebelumnya. Petani bisa menggunakan sistem tumpang sari. Petani juga bisa mengatasinya dengan tindakan sanitasi atau membersihkan sisa tanaman yang rusak karena larva lalat. Hal tersebut berfungsi untuk memutus siklus hidup lalat.

Syahdan, setelah populasinya berkurang, petani bisa mulai menyemprotnya dengan cairan kimia. Untuk lalat jenis ini petani bisa menggunakan insektisida Curacron 500 EC dengan dosis yang sesuai aturan.

  • Lalat Gudang

Lalat ini menyerang jahe merah sejak dari masa penanaman hingga masa panen dan masa penyimpanan di gudang.  Petani bisa mengatasinya dengan menerapkan sistem tumpang sari dan sanitasi. Namun, jika masih belum ampuh, dan lalat masih tampak beterbangan di sekitar tanaman, sebaiknya Anda memulai penyemprotan. Anda bisa menggunakan insektisida jeni Decis 2,5 atau Curacron 500 EC.

  • Ulat

Ulat adalah ancaman bagi banyak tanaman, tak terkecuali jahe merah. Ulat bisa membuat daun menjadi berlubang atau menggulung. Hal itu bisa berakibat pada pertumbuhan yang tidak maksimum. Pada tanaman jahe merah, ulat juga bisa menyarang akar. Hal ini sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup tanaman jahe merah. Dengan adanya hama ulat, tanaman bisa mati karena akar yang harusnya mencari makan untuk tanaman justru dirusak oleh hama. Sudah banyak artikel bersebaran yang membahas cara mengatasi hama ulat ini.

Bibit Jahe Merah

bibit jahe merah

Bagi tanaman jahe merah dan bibit jahe merah, hama adalah ancaman. Namun, Anda jangan berkecil hati. Asalkan telaten, hama pasti bisa diberantas. Setiap hama pasti ada obatnya. Yang terpenting adalah ketelatenan dan kesabaran dalam perawatan tanaman.

Apabila Anda tertarik untuk memulai budidaya jahe merah, Vista Agro siap membantu menyediakan bibit jahe merah unggulan yang terpercaya.  Jika Anda berlokasi di sekitar Jogja, Anda bisa dapat langsung ke tempat kami di Dusun Rejek Lor, RT 02/ RW 24, Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman. Kami juga bisa dihubungi di nomor WhatsApp (WA): 082136461851

Jahe merah dikenal sebagai tanaman super karena bermacam khasiat yang dikandungnya. Tanaman berimpang ini merupakan varietas yang kerap kali dijadikan bahan obat. Rimpang jahe mengandung vitamin A, B, C, lemak, protein, dan banyak lagi.

Di industri farmasi, jahe bisa diolah menjadi beragam jenis produk kesehatan. Bagaimanapun, kandungan dalam jahe telah terbukti memiliki efek farmakologis yang bermanfaat untuk memperkuat khasiat obat yang dicampurkannya. Dengan meningkatnya permintaan jahe di pasaran, bibit jahe merah pun mulai banyak dibudidayakan.

Lalu, sebuah pertanyaan muncul di benak Anda, bagaimana cara membudidayakan jahe merah? Membudidayakan jahe merah tak bisa sembarangan. Diperlukan bibit unggulan agar hasil yang didapat maksimal dan memuaskan. Bibit jahe bisa dibuat sendiri atau dibeli dari pembibit.

Sebelum mengenal lebih jauh tata cara pembudidayaan jahe merah, selayaknya Anda perlu mengetahui karakteristik bibit jahe yang memiliki mutu tinggi. Kualitas bibit menentukan hasil panen. Jika tak mau repot melakukan pembibitan, memesan bibit jahe berkualitas dari pembibit terpercaya bisa jadi pilihan.

Dalam berbagai artikel disebutkan bahwa inti dari memilih bibit jahe merah yang baik adalah dengan cara melihat induknya. Apabila induknya punya kualitas tinggi, maka besar kemungkinan jahe merah yang akan Anda budidayakan berkualitas tinggi pula. Begitu pun sebaliknya.

Secara singkat, syarat bibit yang baik, yaitu: pertama, bibit yang telah cukup umur; kedua, bibit bersih atau tidak tercampur kotoran; ketiga, bibit memiliki ukuran yang seragam; keempat, bibit tak tercampur rimpang penyakitan; dan yang terakhir adalah bibit harus punya asal usul yang jelas.  

bibit jahe merah
bibit jahe merah

Ciri Bibit Jahe Merah yang Baik

  1. Bebas dari busuk rimpang

Jahe yang busuk pada rimpangnya memiliki kualitas yang buruk. Rimpang yang terinfeksi bisa jadi sumber penyakit pada jahe. Jika rimpang telah terinfeksi penyakit, maka bisa dikatakan tak layak lagi dijadikan bibit. Apabila masih dipaksakan, maka bukan hasil baik yang akan Anda dapat, melainkan bibit hanya akan menjadi sumber penular penyakit.

Namun, perlu diketahui bahwa bukan hanya rimpang busuk yang tak bisa jadi bibit. Rimpang yang baik untuk jadi bibit adalah rimpang yang tidak terluka. Bekas luka seperti lecet atau bekas terpotong sebisa mungkin dihindari.

  • Usia tanam minimal satu tahun

Jahe berumur kurang lebih satu tahun biasanya telah memiliki ukuran yang cukup besar. Selain berukur lebih besar, penampilannya pun sudah tak terlalu merah. Jahe merah dengan usai sekitar satu tahun kulitnya lebih cenderung kecoklatan dengan sedikit semburat merah. Rimpangnya pun sudah tampak berisi serta lebih padat.

Untuk melihat usia jahe, Anda bisa mulai dengan mengamati serat halus pada jahe merah. Jika sudah tua—baik untuk dijadikan bibit—punya serat lebih tegas dibanding yang muda. Lalu, kenapa rimpang jahe muda tak baik dijadikan bibit? Alasannya adalah rimpang jahe lebih mudah rentan terserang penyakit.

  • Jahe Sudah Parkir

Artinya, jahe tidak langsung digunakan sebagai bibit. Namun, jahe punya jeda minimal tiga hari di gudang setelah panen.

  • Sebagian mata tunas mulai muncul

Rimpang yang terbaik untuk dijadikan bibit adalah rimpang yang telah memiliki 3 mata tunas atau lebih. Bagian terbaik yang bisa dijadikan bibit, yaitu rimpang pada ruas kedua dan ketiga. Untuk jenis jahe merah bobotnya 20 sampai 40 g di setiap potongan rimpang.

Bibit Terhindar dari Penyakit

Bibit yang penyakitan tak akan membuahkan hasil yang baik. Namun, tak hanya itu, bibit yang diambil dari kebun yang terserang bakteri Pseudomonas solanacearum, cendawan Rhozpcyonia solani, atau pun hama lalat rimpang Mimegralla coeruleifrons dan Enmerus figurans tidaklah baik digunakan.

Oleh karena itu diperlukan kejelian untuk memilih bibit jahe merah yang baik dan sehat. Sebab, bibit yang jelek tak akan tumbuh baik dan justru hanya memicu kerugian.

Membedakan Jahe Merah dengan Jahe Jenis Lain

Jahe merah memiliki kandungan minyak atsiri lebih banyak dari jenis jahe lainnya. Sehingga, terkadang jahe merah dibandrol dengan harga sedikit lebih mahar dari jenis jahe lainnya. Manfaatnya pun beragam. Selain itu, pemanfaatan jahe merah sangatlah mudah. Lazimnya jahe jenis lainnya, Anda bisa mengonsumsi jahe merah dengan hanyaa merendam jahe merah dengan air hangat.

Agar tak terkecoh, Anda perlu lebih dahulu paham perbedaan jahe merah dengan jahe jenis lainnya. Tak sulit untuk membedakannya.

Jahe merah, seperti namanya, memiliki lapisan luar yang cenderung berwarna kemerah-merahan. Ukurannya pun lebih kecil jika dibandingkan dengan jahe gajah. Sangat mudah membedakan jahe merah dengan jahe gajah. Jika jahe gajah berwarna putih kekuningan dengan ruas rimpang yang besar dan gemuk, maka jahe merah berukuran lebih kecil dan berwarna kemerahan.

Beda hal dengan jahe emprit. Jahe jenis ini berukuran kecil-kecil dan berwarna putih dengan serat-serat yang lembut. Dibandingkan jenis lainnya, jahe emprit cenderung memiliki aroma yang kurang tajam. Tak diperlukan keahlian khusus untuk paham perbedaan jenis-jenis jahe.

Jadi, Anda tak perlu takut terkecoh. Ciri-ciri umum tersebut bisa jadi pegangan bagi Anda yang masih awam perihal jahe.

Apabila Anda tertarik untuk memulai budidaya jahe merah, Vista Agro siap membantu menyediakan bibit jahe merah unggulan yang terpercaya.  Jika Anda berlokasi di sekitar Jogja, Anda bisa dapat langsung ke tempat kami di Dusun Rejek Lor, RT 02/ RW 24, Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman. Kami juga bisa dihubungi di nomor WhatsApp (WA): 082136461851

Kriteria Bibit Jahe Merah Siap Tanam

Banyak faktor penentu kesuksesan dalam budidaya jahe merah, salah satunya adalah kualitas bibit jahe merah. Pertanyaanya, apa saja kriteria bibit jahe merah yang baik untuk siap ditanam dan dibudidayakan? Berikut ulasannya

Indukan yang akan dibuat bibit berusia satu tahun

Mengapa harus usia satu tahun, kok tidak muda alias delapan bulan contohnya? Jawabannya tentu saja sudah bisa ditebak, yakni karena  bibit yang sudah berusia satu tahun memiliki tingkat yang lebih tinggi untuk bisa sukses ditumbuhkan kembali alias ditanam daripada yang masih berusia muda alias dibawah satu tahun.

Bibit jahe merah yang berusia satu tahun secara fisik tampak lebih besar rimpangnya dibanding yang masih muda. bibit yang berusia satu tahun juga lebih tahan penyakit, dan tidak cepat mengalami penyusutan. Biasanya bila dibiarkan selama satu sampai dua minggu saja, bibit jahe merah yang sudah satu tahun mata tunasnya mulai muncul. Ini menandakan ia layak tanam dan siap tanam.

Bibit jahe merah bebas dari penyakit

Bibit jahe merah yang baik tentu saja bebas dari penyakit yang kadangkala menyerang bibit jahe merah. Apa itu? Yakni penyakit jamur yang diakibatkan bakteri fusarium. Waspadalah terhadap penyakit jamur ini. Bila rimpang jahe merah yang akan anda buat bibit terserang penyakit jamur dengan ciri ciri keputihan seperti terkena jamur, maka segera ambil, pisahkan dengan yang lain. Lalu rendam dengan cairan fungisida. Harapannya bisa menghambat pertumbuhan jamur dan tidak menular ke rimpang yang lain.

bibit jahe merah Sudah parkir minimal satu minggu

Rimpang jahe merah yang hendak ditanam sebaiknya sudah parker alias tidak fresh panen. Mengapa demikian? Karena bibit yang sudah parker alias sudah dikondisikan di gudang penyimpanan selama satu minggu lebih tahan penyakit daripada yang fresh panen bila ditanam. Demikian pula, bibit yang parker lebih cepat tumbuh bila disemai dibandingkan yang fresh panen.

bibit jahe merah

Dimana mendapatkan bibit jahe merah?

Untuk mendapatkan bibit jahe merah tentu saja banyak cara baik online maupun offline. Anda bisa saja datang langsung ke pasar tradisional, toko jamu dan lain sebagainya. Namun, hati hati terhadap kualitas bibit. Seleksi lah mana bibit yang baik. Namun bila anda masih awam anda bisa mempercayakan kepada orang yang memang berkecimpung di dunia bibit jahe merah. Vista agromedia siap membantu anda dengan menyediakan bibit jahe merah yang berkualitas, siap tanam, sudah parkir dan bebas dari hama penyakit. Silahkan hubungi kami di WA/SMS/Telp 087838393451 . semoga anda sukses dalam budidaya jahe merah.