Ciri Bibit Jahe Merah yang Baik untuk Budidaya

bibit jahe merah

Jahe merah dikenal sebagai tanaman super karena bermacam khasiat yang dikandungnya. Tanaman berimpang ini merupakan varietas yang kerap kali dijadikan bahan obat. Rimpang jahe mengandung vitamin A, B, C, lemak, protein, dan banyak lagi.

Di industri farmasi, jahe bisa diolah menjadi beragam jenis produk kesehatan. Bagaimanapun, kandungan dalam jahe telah terbukti memiliki efek farmakologis yang bermanfaat untuk memperkuat khasiat obat yang dicampurkannya. Dengan meningkatnya permintaan jahe di pasaran, bibit jahe merah pun mulai banyak dibudidayakan.

Lalu, sebuah pertanyaan muncul di benak Anda, bagaimana cara membudidayakan jahe merah? Membudidayakan jahe merah tak bisa sembarangan. Diperlukan bibit unggulan agar hasil yang didapat maksimal dan memuaskan. Bibit jahe bisa dibuat sendiri atau dibeli dari pembibit.

Sebelum mengenal lebih jauh tata cara pembudidayaan jahe merah, selayaknya Anda perlu mengetahui karakteristik bibit jahe yang memiliki mutu tinggi. Kualitas bibit menentukan hasil panen. Jika tak mau repot melakukan pembibitan, memesan bibit jahe berkualitas dari pembibit terpercaya bisa jadi pilihan.

Dalam berbagai artikel disebutkan bahwa inti dari memilih bibit jahe merah yang baik adalah dengan cara melihat induknya. Apabila induknya punya kualitas tinggi, maka besar kemungkinan jahe merah yang akan Anda budidayakan berkualitas tinggi pula. Begitu pun sebaliknya.

Secara singkat, syarat bibit yang baik, yaitu: pertama, bibit yang telah cukup umur; kedua, bibit bersih atau tidak tercampur kotoran; ketiga, bibit memiliki ukuran yang seragam; keempat, bibit tak tercampur rimpang penyakitan; dan yang terakhir adalah bibit harus punya asal usul yang jelas.  

bibit jahe merah
bibit jahe merah

Ciri Bibit Jahe Merah yang Baik

  1. Bebas dari busuk rimpang

Jahe yang busuk pada rimpangnya memiliki kualitas yang buruk. Rimpang yang terinfeksi bisa jadi sumber penyakit pada jahe. Jika rimpang telah terinfeksi penyakit, maka bisa dikatakan tak layak lagi dijadikan bibit. Apabila masih dipaksakan, maka bukan hasil baik yang akan Anda dapat, melainkan bibit hanya akan menjadi sumber penular penyakit.

Namun, perlu diketahui bahwa bukan hanya rimpang busuk yang tak bisa jadi bibit. Rimpang yang baik untuk jadi bibit adalah rimpang yang tidak terluka. Bekas luka seperti lecet atau bekas terpotong sebisa mungkin dihindari.

  • Usia tanam minimal satu tahun

Jahe berumur kurang lebih satu tahun biasanya telah memiliki ukuran yang cukup besar. Selain berukur lebih besar, penampilannya pun sudah tak terlalu merah. Jahe merah dengan usai sekitar satu tahun kulitnya lebih cenderung kecoklatan dengan sedikit semburat merah. Rimpangnya pun sudah tampak berisi serta lebih padat.

Untuk melihat usia jahe, Anda bisa mulai dengan mengamati serat halus pada jahe merah. Jika sudah tua—baik untuk dijadikan bibit—punya serat lebih tegas dibanding yang muda. Lalu, kenapa rimpang jahe muda tak baik dijadikan bibit? Alasannya adalah rimpang jahe lebih mudah rentan terserang penyakit.

  • Jahe Sudah Parkir

Artinya, jahe tidak langsung digunakan sebagai bibit. Namun, jahe punya jeda minimal tiga hari di gudang setelah panen.

  • Sebagian mata tunas mulai muncul

Rimpang yang terbaik untuk dijadikan bibit adalah rimpang yang telah memiliki 3 mata tunas atau lebih. Bagian terbaik yang bisa dijadikan bibit, yaitu rimpang pada ruas kedua dan ketiga. Untuk jenis jahe merah bobotnya 20 sampai 40 g di setiap potongan rimpang.

Bibit Terhindar dari Penyakit

Bibit yang penyakitan tak akan membuahkan hasil yang baik. Namun, tak hanya itu, bibit yang diambil dari kebun yang terserang bakteri Pseudomonas solanacearum, cendawan Rhozpcyonia solani, atau pun hama lalat rimpang Mimegralla coeruleifrons dan Enmerus figurans tidaklah baik digunakan.

Oleh karena itu diperlukan kejelian untuk memilih bibit jahe merah yang baik dan sehat. Sebab, bibit yang jelek tak akan tumbuh baik dan justru hanya memicu kerugian.

Membedakan Jahe Merah dengan Jahe Jenis Lain

Jahe merah memiliki kandungan minyak atsiri lebih banyak dari jenis jahe lainnya. Sehingga, terkadang jahe merah dibandrol dengan harga sedikit lebih mahar dari jenis jahe lainnya. Manfaatnya pun beragam. Selain itu, pemanfaatan jahe merah sangatlah mudah. Lazimnya jahe jenis lainnya, Anda bisa mengonsumsi jahe merah dengan hanyaa merendam jahe merah dengan air hangat.

Agar tak terkecoh, Anda perlu lebih dahulu paham perbedaan jahe merah dengan jahe jenis lainnya. Tak sulit untuk membedakannya.

Jahe merah, seperti namanya, memiliki lapisan luar yang cenderung berwarna kemerah-merahan. Ukurannya pun lebih kecil jika dibandingkan dengan jahe gajah. Sangat mudah membedakan jahe merah dengan jahe gajah. Jika jahe gajah berwarna putih kekuningan dengan ruas rimpang yang besar dan gemuk, maka jahe merah berukuran lebih kecil dan berwarna kemerahan.

Beda hal dengan jahe emprit. Jahe jenis ini berukuran kecil-kecil dan berwarna putih dengan serat-serat yang lembut. Dibandingkan jenis lainnya, jahe emprit cenderung memiliki aroma yang kurang tajam. Tak diperlukan keahlian khusus untuk paham perbedaan jenis-jenis jahe.

Jadi, Anda tak perlu takut terkecoh. Ciri-ciri umum tersebut bisa jadi pegangan bagi Anda yang masih awam perihal jahe.

Apabila Anda tertarik untuk memulai budidaya jahe merah, Vista Agro siap membantu menyediakan bibit jahe merah unggulan yang terpercaya.  Jika Anda berlokasi di sekitar Jogja, Anda bisa dapat langsung ke tempat kami di Dusun Rejek Lor, RT 02/ RW 24, Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman. Kami juga bisa dihubungi di nomor WhatsApp (WA): 082136461851

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *