Solusi Penyakit Tanaman Jahe Merah

bibit jahe merah

Bibit jahe merah tak hanya terancam oleh hama ulat, lalat, atau pun kepik. Keberlangsungan tanaman jahe merah juga bisa mati karena terserang penyakit. Penyakit pada tanaman berdampak besar pada pertumbuhan suatu tanaman. Jika tanaman jahe merah dibiarkan penyakitan, maka bisa saja tanaman itu mati atau tingkat produksinya rendah. Seringkali, penyakit tersebut disebabkan oleh bakteri atau pembusukan.   

Beberapa penyakit di bawah ini merupakan yang paling sering ditemui pada tanaman jahe merah.

bibit jahe merah

Pembusukan pada Rimpang

Rimpang adalah inti dari jahe merah. Jika rimpang yang kita panen mengalami pembusukan, maka tak bisa dipungkiri lagi bahwa kerugian akan segera menimpa kita sebagai pembudidaya. Banyak petani jahe yang kapok karena ini. Bahkan pembusukan rimpang yang parah bisa membuat petani gulung tikar.

Namun, jangan dulu takut. Untuk menjadi pembudidaya yang baik dan sukses memang sudah selayaknya kita mengetahui secara detil tanaman yang dibudidaya. Lalu, sebenarnya apa yang membikin rimpang jahe membusuk?

Pembusukan pada rimpang jahe merah disebaban oleh serangan cendawaln patogen. Untuk jenis cendawan yang sering menyerang jahe merah, yaitu Fusarium oxysporium dan Rhizoctonia sp.

Cendawan jenis ini menyerang rimpang yang sudah terluka atau tergores. Rimpang yang terluka oleh larva atau lalat lebih berisiko terserang cendawan satu ini. Saat rimpang terbuka, cendawan ini akan langsung masuk menyerang tanaman.

Rimpang yang terserang cendawan ini biasanya berfisik mengkerut. Tampilan rimpang yang terserang cendawan sangat berbeda dengan rimpang yang sehat. Bila dipotong, bagian dalamnya tak memiliki lendir dan akan memiliki warna gelap. Warna gelap tersebut menandakan bahwa mulai terjadi pembusukan pada rimpang jahe. Jika sudah membusuk, jahe tak bisa lagi dijual atau pun dijadikan bibit.

Tanah dengan kandungan air sekitar 30% adalah tempat hidup cendawan. Cendawan ini mampu hidup di dalam lingkungan yang memiliki suhi 20 – 25 derajat celcius. Maka, ketika jahe sudah mulai tua, media pembesaran jangan sampai menjadi tempat menggenangnya air.

Cindawan dan lalat rimpang ini bekerja sama dalam merusak rimpang jahe. Jahe sudah dianggap rusak apabila rimpang sudah membusuk. Tak ada yang bisa diharapkan dari rimpang yang telah menghitam karena cendawan. Jadi, mencegah kerusakan tanaman jahe merah dari serangan hama dan penyakit adalah langkah yang terbaik.  

Salah satu cara melakukan pencegahan adalah dengan memastikan bahwa cendawan tak hidup dalam bibit jahe merah yang kita semai. Dengan merendamkan bibit jahe merah ke dalam fungisida adalah salah satu cara memastikan bibit yang hendak disemai aman daro cendawan patogen.

Rimpang yang Berbintik

Nematoda jenis Meloidogyne atau R. Similis membikin rimpang jahe merah mengalami benjolan abnormal. Nematoda menjadikan rimpang sebagai tempat hidupnya. Dalam satu kloni, jumlah nematoda ini bisa mencapai ribuan.

Nematoda ini sangat mengancam hidup tanaman jahe merah. Pasalnya, apabila sudah terserang, maka jahe merah akan mengalami kerusakan secara menyeluruh. Akar tanaman yang berfungsi menjadi pencari nutrisi pun rusak karena nematoda satu ini. Alhasil, rimpang pada jahe pun bisa ikut membusuk atau mengalami luka berlubang-lubang.

Nematoda ini bisa dicegah dengan melakukan penyeterilan bibit. Anda bisa melakukan perendaman bibit jahe merah di air hangat dengan suhu 50 derajat celcius selama lima belas menit sebelum melakukan penyemaian. Selain itu, Anda perlu menaburkan pestisida ketak proses perisapan lahan Anda bisa menggunakan pestisida dengan jenis furadan. Dosis yang digunakan sebanyak 41 kg per hektar.

Bintik pada Daun

Bintik-bintik kuning pada daun termasuk penyakit yang bisa menyerang tanaman jahe merah. Bintik ini bisa muncul karena kondisi lingkungan yang kurang pancaran sinar matahari. Tanaman jahe merah yang berusia lebih dari lima bulan butuh lebih banyak sinar matahari. Apabila kekurangan sinar matahari, kondisi tanaman akan jadi sedikit lembab. Saat tanaman di lingkungan yang lembab, maka parasit akan lebih mudah menyerang. Parasit jenis Phillosticta zingiberi adalah jenis yang menyerang jahe merah dan membuat bintik-bintik pada daun.

Bisa dibilang, bintik yang muncul pada daun tanaman jahe merah ini cukup berbahaya. Jika daun telah terserang keseluruhan, bisa dikatakan bahwa dau telah rampuh. Hal ini berakibat pada kerentanan tanamanan. Bibit jahe merah bisa mati. Produksi rimpang pun jadi menurun.

Untuk mengatasi itu, Anda bisa membuat drainase yang baik. Anda perlu mengatur jarak tanam yang ideal. Drainase harus bisa digunakan untuk mengalirkan air yang dipasok untuk kebutuhan unsur hara tanaman. Unsur hara membuat tanah menjadi subur. Tanah yang subur merupakan salah satu pokok berkembang baiknya tanaman. Selain itu, Anda juga perlu mengatur jarak antar tanaman jahe merah. Anda tak boleh membikin jarak yang terlalu rapat atau terlalu sempit.

Selain upaya pencegahan itu, parasit bernama Phyllosticta zingiberi sebetulnya bisa diatasi dengan fungisida. Anda dapat menggunakan fungisida dengan jenis Bavistin, Delsene MX-200, dan Dithane M-45. Penggunaan disesuaikan dengan dosis pemakaian.

Bibit Jahe Merah

Bibit yang jelek juga rawan terserang penyakit. Anda bisa membikin bibit sendiri di rumah. Namun, jika Anda tak mau terlalu repot, Anda bisa memesannya di pembudidaya bibit jahe merah yang terpercaya. Apabila Anda tertarik untuk memulai budidaya jahe merah, Vista Agro siap membantu menyediakan bibit jahe merah unggulan yang terpercaya.  Jika Anda berlokasi di sekitar Jogja, Anda bisa dapat langsung ke tempat kami di Dusun Rejek Lor, RT 02/ RW 24, Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman. Kami juga bisa dihubungi di nomor WhatsApp (WA): 082136461851

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *